Puisi dari tempat lain

14 06 2009

Kenangan

Kategori: , ,

kenangan . . .
yang teringat hanya canda dan kesedihan
dalam gelap hati aku menangis
mengenangpun tak jadi arti
semua yang telah terjadi
takkan kembali

kenangan . . .
kan tercipta bila kekasih pergi
tuk selamanya
bisikan hati yang tersimpan dalam bayangan telah jadi bintang
kali ini ku takkan biarkan ia terjatuh atau menangis





Armageddon, Fenomena Awan Baru

14 06 2009

Internasional

[ Sabtu, 13 Juni 2009 ]

DES MOINES – Fenomena aneh di langit Iowa yang dipotret Jane Wiggins pada Juni 2006 lalu mendorong ilmuwan memaklumatkan jenis awan baru. Awan yang disebut pemotretnya sebagai armageddon itu tidak masuk tiga kriteria yang sudah lazim. Yakni, kumulus, sirus, dan stratus.

Untuk sementara, oleh para ilmuwan, awan armageddon tersebut diberi nama ilmiah altocumulus undulatus asperatus. “Awan jenis ini punya klasifikasi sendiri,” ujar Gavin Pretor-Pinney, pakar awan dari Cloud Appreciation Society yang bermarkas di Inggris, kepada Associated Press kemarin (12/6). Tapi, Brant Foote dari National Center for Atmospheric Research di Colorado mengelompokkan awan itu dalam kategori kumulus.

Konon, awan gelap yang berombak-ombak tersebut belum pernah terlihat sejak 1951. “Benar-benar seperti armageddon. Bayang-bayang awannya, warnanya, dan latarnya yang berwarna kuning kehijauan. Awan itu juga terus berubah-ubah,” terang Wiggins yang menyaksikan fenomena itu dari lantai 11 kantor hukum tempatnya bekerja. Fotografer amatir asal Cedar Rapids, Iowa, tersebut langsung mengabadikan momen itu dalam kamera.

Namun, Foote dan sejumlah ilmuwan lain menolak menyebut awan armageddon itu sebagai awan baru. Mereka yakin, para pengamat awan dan cuaca yang mendeklarasikan kategori awan pada 1951 sudah pernah melihat pemandangan langit semacam itu sebelumnya. “Tidak lazim menyebut formasi seperti itu sebagai jenis baru. Tidak ada kondisi atmosfer apa pun yang bisa menimbulkan lahirnya formasi baru,” tandasnya.

Untuk menyikapi perbedaan tersebut, Direktur Komunitas Pengapresiasi Awan Paul Hardaker membentuk tim kecil. “Mereka bertugas mengumpulkan bukti untuk menganalisis lebih jauh fenomena tersebut. Termasuk, menanyai sang fotografer terkait dengan waktu dan lokasi pengambilan gambar serta musim yang sedang berlangsung saat itu,” urainya kepada Asbury Park Press. (hep/ami)





Diduga Over Dosis, Acin Tewas di Pos Polisi Dekat Mabes Polri

14 06 2009

Minggu, 14/06/2009 09:20 WIB

Irwan Nugroho – detikNews


Ilustrasi (www.reskrimum-metro.org)

<!–

–>

Jakarta – Seorang pria yang diduga over dosis tewas di pos polisi CSW dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mulut korban mengeluarkan busa berwarna putih.

Anam bin Acin, nama pria itu, awalnya terlihat berlari menuju pos polisi CSW, Jl Trunojoyo, Minggu (14/6/2009) sekitar pukul 07.15 WIB.

Sesampainya di pos tersebut, Acin yang mengenakan kaos warna putih, celana hitam, dan sepatu pantopel hitam itu langsung terkapar. Demikian disampikan Aipda Herbert seperti dikutip dari situs Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. 

Dikatakan Herbert, Acin beralamat Kp Cibeber RT 11 RW 01 Keluarahan Kahuripan, Cipanunggal, Bogor, Jawa Barat. Kini korban dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jaksel, untuk diotopsi.

“Tewasnya Anam diduga Over Dosis karena keluar busa dari mulutnya” jelas Herbert. (irw/irw)